3 Santri menangis ngadu, ternyata guru ngajinya lakukan ini berkali-kali hingga robek

 

Bondowoso, kabarta.my.id – Warga Kecamatan Wonosari, Bondowoso dikejutkan dengan kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang ustaz berinisial AQ terhadap tiga santriwati di sebuah madrasah di Bondowoso.

Tiga santriwati yang menjadi korban ustaz bejat tersebut berdasarkan bukti laporan bernomor LP/258/XII/2019/JATIM/RES.BWO, berusia di bawah umur.

“Tiga orang korban yang merupakan santrinya memang telah melapor, diantar orang tua masing-masing. Mereka lalu kami mintakan visum,” kata Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Jamal, seperti dilansir dari Detik.


Dari hasil visum dokter, kata Jamal, pada bagian vital korban terjadi kerusakan. Polisi juga akan terus menyelidiki kasus ini dengan mengumpulkan keterangan dari korban.
“Karena tak menutup kemungkinan bahwa sebenarnya masih ada santri lainnya yang jadi korban. Makanya, jika misalnya ada yang merasa jadi korban, kami persilakan untuk segera melaporkan,” ujar Jamal.

Dari pemeriksaan polisi, pelaku tenyata tidak hanya mengajar sebagai guru mengaji di madrasah tersebut. Ia juga tercatat sebagai perangkat desa aktif.

“Betul. Yang bersangkutan memang perangkat desa di Kecamatan Wonosari,” kata Camat Wonosari, Halili.

Pelaku, kata Halili merupakan Kaur Kesejahteraan Rakyat (kesra) atau modin desa setempat yang bertugas mendata dan melayani warga ketika akan melangsungkan pernikahan.
AQ kini telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencabulan tersebut. Kasus ini mencuat usai beredar isu entang kelakuan AQ. Sang ustaz diisukan kerap berbuat tak senonoh pada para santrinya.

Beredarnya kasak-kusuk itu mendorong beberapa santri yang belajar pada sang ustaz mengadu pada orang tuanya. Mereka mengaku telah menjadi korban pencabulan AQ.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel