Sedang Tidur Pulas, Bidan desa diobok Sampai Lemas Oleh 5 pria tak dikenal

Sedang Tidur Pulas, Bidan desa diobok Sampai Lemas Oleh 5 pria tak dikenal


Kabarta.my.id, YL adalah bidan desa di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumsel.

YL yang diduga menjadi korban pemerkosaan dan perampokan di tempat kerjanya di Poskesdes Simpang Pelabuhan Dalam pada Selasa dinihari sekitar pukul 01.00 WIB.

Kejadian bermula YL menginap bersama anaknya yang berusia 9 bulan di Poskesdes. Sedangkan suaminya sedang bekerja di luar daerah.

Ketika Korban dalam keadaan tertidur bersama anaknya dengan lampu yang sudah dimatikan, datang lelaki yang belum diketahui identitasnya.
Pelaku yang mengenakan penutup kepala langsung membekap wajah korban dengan menggunakan bantal. Kemudian pelaku mencekik leher dan memasukkan jarinya ke dalam mulut korban.

Pelaku yang diduga berjumlah 5 orang langsung meraba dan meremas dada korban, lalu melakukan kekerasan seksual hingga korban pingsan.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan pihaknya telah memerintahkan Kapolres dan Puslabfor serta dibantu oleh tim Polda Sumsel untuk melakukan investigasi dalam mengungkap kasus ini.

Zulkarnain menduga pelaku pemerkosaan terhadap bidan desa berinisial YL (25) itu berjumlah 5 orang. Namun, wajah pelaku belum dapat diidentifikasi karena saat melancarkan aksinya wajah pelaku ditutup.
“Pelaku ini melakukan pengancaman serta membekap korban saat melancarkan aksinya,” kata Zulkarnain saat ditemui di Mapolda Sumsel, hari Rabu.

Meskipun begitu, Zulkarnain mengaku beberapa barang bukti telah diamankan dan keterangan saksi yang berada di sekitaran lokasi juga dikumpulkan.
Barang bukti dan keterangan saksi menjadi petunjuk bagi polisi untuk mencari para pelaku perampokan diserta pemerkosaan ini.

Menurut Zulkarnain, korban masih menjalani proses perawatan di rumah sakit Bhayangkara Palembang untuk memulihkan kondisi trauma yang dialami korban sembari menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara Palembang.
“Kami sangat serius menangani kasus ini dan kami akan menangkap para pelakunya,” tutupnya.

Sumber: Tribun Sumsel

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel